
JESSEY Eagan adalah merupakan seorang Kristian di Amerika. Namun, beliau sangat bersimpati terhadap para muslimah di negaranya setelah menyaksikan sendiri bagaimana sulitnya menjadi seorang wanita Muslim di tempatnya berada. Untuk menunjukkan simpatinya, beliau telah memakai jilbab selama 40 hari.
“Saya ingin mengingatkan diri sendiri bagaimana rasanya menjadi orang luar – ‘orang lain’ … Jadi, saya mencuba untuk berada dalam hijab,” ujar Jessey Eagan.
“Saya merasa ini sangat penting sekarang kerana adanya peningkatan permusuhan dari orang kulit putih Amerika terhadap Muslim di dalam masyarakat kami, yang jujur membuat saya gugup tentang idea ini.”
Dia berharap pengalamannya sekarang ini akan mengajarkan orang-orang Kristian bagaimana melihat perbezaan, menerimanya, dan terlibat dengan itu.
“Jesus berkata untuk mencintai tetangga, orang asing, dan musuh kita. Saya fikir ini adalah sesuatu yang selalunya tidak dianggap serius oleh kebanyakan orang Kristian,” katanya.
“Kami sangat dipengaruhi oleh media, dan kami membiarkan rasa takut berkembang dalam diri kami, dan lupa untuk mencintai. Ketakutan adalah lawan dari cinta,” jelas Jessey.
Sumber- Islampos
0 ulasan:
Catat Ulasan