MANUSIA diciptakan oleh Allah SWT tidak mungkin hanya untuk suka suka. Pasti ada suatu perkara yang harus dilakukan oleh setiap insan di muka bumi. Ada peranan penting yang harus dijalani. Apakah itu?
Allah SWT berfirman, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Allah berfirman, ‘Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’,” (QS. Al-Baqarah: 30).
Itulah tujuan Allah menciptakan manusia di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Setiap insan tentu menjadi khalifah. Dan untuk menjadi khalifah itu tidaklah mudah.
Malaikat pun tidak yakin bahwasanya kita (manusia) mampu menjadi khalifah di muka bumi; Karena apa? Manusia memiliki hawa nafsu yang sangat tinggi. Dan ketika menusia mengikuti hawa nafsunya, maka pertumpahan darah pun akan terjadi. Walaupun sesama saudaranya sendiri.
Itu yang menjadi kelemahan manusia. Tapi, ada sesuatu yang tersembunyi yang menjadi kehebatan manusia dibandingkan makhluk lainnya, sehingga manusia dapat menjadi khalifah di muka bumi. Salah satu kehebatannya ialah mempunyai akal atau pikiran.
Ya, dengan menggunakan akal atau pikirannya, maka manusia dapat membezakan mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk untuk dirinya. Berdasarkan pengalaman atau apa yang manusia ketahui maka itu menjadi tolak ukur manusia dalam mempertimbangkan sesuatu. Dengan begitu manusia dapat menciptakan suatu ilmu tertentu untuk kelangsungan hidupnya di muka bumi.
Itulah mengapa Allah mencipatakan manusia sebagai khalifah. Karena manusia mempunyai akal atau pikiran yang dapat menuntunnya ke jalan kebaikan. Jika manusia tidak mengikuti hawa nafsu, maka tujuan sebagai khalifah itu akan terwujud, jika tidak maka tidak ia telah gagal menjadi seorang khalifah. Wallahu ‘alam.
Allah SWT berfirman, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Allah berfirman, ‘Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’,” (QS. Al-Baqarah: 30).
Itulah tujuan Allah menciptakan manusia di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Setiap insan tentu menjadi khalifah. Dan untuk menjadi khalifah itu tidaklah mudah.
Malaikat pun tidak yakin bahwasanya kita (manusia) mampu menjadi khalifah di muka bumi; Karena apa? Manusia memiliki hawa nafsu yang sangat tinggi. Dan ketika menusia mengikuti hawa nafsunya, maka pertumpahan darah pun akan terjadi. Walaupun sesama saudaranya sendiri.
Itu yang menjadi kelemahan manusia. Tapi, ada sesuatu yang tersembunyi yang menjadi kehebatan manusia dibandingkan makhluk lainnya, sehingga manusia dapat menjadi khalifah di muka bumi. Salah satu kehebatannya ialah mempunyai akal atau pikiran.
Ya, dengan menggunakan akal atau pikirannya, maka manusia dapat membezakan mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk untuk dirinya. Berdasarkan pengalaman atau apa yang manusia ketahui maka itu menjadi tolak ukur manusia dalam mempertimbangkan sesuatu. Dengan begitu manusia dapat menciptakan suatu ilmu tertentu untuk kelangsungan hidupnya di muka bumi.
Itulah mengapa Allah mencipatakan manusia sebagai khalifah. Karena manusia mempunyai akal atau pikiran yang dapat menuntunnya ke jalan kebaikan. Jika manusia tidak mengikuti hawa nafsu, maka tujuan sebagai khalifah itu akan terwujud, jika tidak maka tidak ia telah gagal menjadi seorang khalifah. Wallahu ‘alam.

0 ulasan:
Catat Ulasan